Senin, 07 September 2026

SMP Muhammadiyah 2 Godean Sosialisasikan Kurikulum Tahun 2026/2027, Perkuat Literasi, Karakter, Kepemimpinan, dan Teknologi



GODEAN - SMP Muhammadiyah 2 Godean menyelenggarakan Sosialisasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB di Aula SMP Muhammadiyah 2 Godean tersebut diikuti oleh guru dan karyawan, komite sekolah, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Godean, pengawas sekolah, perwakilan orang tua/wali, serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan mengenai arah, tujuan, serta program pendidikan yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen administrasi sekolah, tetapi harus menjadi pedoman bersama dalam menyelenggarakan pendidikan.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi pedoman yang harus digunakan bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan, kualitas pembelajaran, lingkungan belajar, dan karakter peserta didik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan dan bersama-sama berkomitmen memajukan SMP Muhammadiyah 2 Godean.

Rapor Pendidikan Menjadi Dasar Pengembangan Program

Pemaparan utama disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Ari Niken Tyastutik. Dalam paparannya dijelaskan bahwa penyusunan program sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 salah satunya didasarkan pada hasil Rapor Pendidikan.

Dari hasil tersebut, indikator Iklim Kebinekaan menjadi salah satu capaian tertinggi dengan angka sekitar 90 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa sekolah telah mampu membangun lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.

Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus ditingkatkan, khususnya kualitas pembelajaran serta kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Karena itu, sekolah akan terus mendorong pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.

Penguatan Gerakan Literasi Sekolah juga menjadi salah satu prioritas. Literasi dan numerasi tidak hanya dilaksanakan dalam kegiatan khusus, tetapi diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran.

Penguatan Karakter Islami dan Budaya Sekolah

Selain aspek akademik, SMP Muhammadiyah 2 Godean memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter peserta didik.

Budaya sekolah diarahkan pada pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), disiplin, gotong royong, hidup sehat, menjaga kebersihan, peduli lingkungan, serta penguatan akhlak mulia dan nilai-nilai keislaman.

Pembiasaan ibadah juga terus diperkuat melalui pelaksanaan salat wajib dan salat sunnah berjamaah, pembacaan doa, hafalan surat pendek, serta berbagai kegiatan keagamaan.

Hal tersebut sejalan dengan visi SMP Muhammadiyah 2 Godean:

“Terwujudnya insan yang beriman dan bertakwa, berkarakter, berprestasi, serta peduli lingkungan.”

Penguatan ISMUBA dan Kesiapan Ujian Praktik

Dalam struktur kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah juga memberikan penguatan pada pendidikan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA).

Penguatan tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama dan kemampuan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Khusus bagi peserta didik kelas IX, sekolah mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi ujian praktik ISMUBA. Materi yang dipersiapkan antara lain hafalan, bacaan salat, praktik ibadah, serta kompetensi keislaman lainnya.

Kelulusan Tidak Hanya Ditentukan oleh Ujian

Dalam sosialisasi juga dijelaskan bahwa kelulusan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh satu jenis ujian. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan nilai rapor semester 1 sampai dengan semester 6, hasil asesmen, ujian praktik, proses pembelajaran, serta perkembangan sikap spiritual dan sosial peserta didik.

Keputusan kelulusan nantinya dilakukan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan perkembangan peserta didik secara komprehensif.

Pengawas Dorong Penguatan Budaya Literasi dan Al-Qur'an

Penguatan juga disampaikan oleh Pengawas Manajerial, Drs. Warjiyanta Panca Wasana, M.Hum. Beliau menekankan pentingnya membangun budaya literasi secara konsisten.

Menurutnya, kemampuan peserta didik akan berkembang lebih baik ketika proses belajar melibatkan berbagai aktivitas, seperti mendengar, membaca, menulis, mengungkapkan kembali, dan mempraktikkan.

Ia juga mendorong sekolah menyediakan waktu khusus untuk membaca Al-Qur'an dan melakukan murojaah hafalan secara rutin, misalnya sebelum pembelajaran dimulai atau setelah salat Dhuha.

“Semakin banyak indera yang digunakan dalam proses belajar, seperti mendengar, membaca, menulis, dan mempraktikkan, maka pemahaman anak akan semakin baik,” ungkapnya.

Selain literasi, beliau juga mendorong sekolah memperluas kesempatan peserta didik untuk tampil dan memimpin, seperti menjadi MC, imam salat, penceramah muda, maupun pemimpin kegiatan.

PCM Godean Dorong Kaderisasi dan Kepemimpinan

Sementara itu, H. Ken Sarjono, S.Pd, mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean, memberikan penguatan mengenai pentingnya kaderisasi dan kepemimpinan peserta didik.

Menurutnya, siswa SMP Muhammadiyah 2 Godean perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, memimpin kegiatan, menjadi imam, MC, maupun penceramah muda.

Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal ketika peserta didik terjun ke masyarakat sekaligus menjadi bagian dari proses kaderisasi Muhammadiyah.

“Ketika anak-anak nanti berada di masyarakat, mereka harus berani tampil, berani berbicara, mampu menjadi imam, mampu memimpin kegiatan, dan siap menjadi kader Muhammadiyah yang membawa manfaat bagi lingkungannya,” tuturnya.

Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman Dorong Penguatan Tahfiz

Penguatan program keagamaan juga disampaikan oleh Ibu Hj. Umi Rochmiyati, S.Pd, dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman.

Beliau memberikan perhatian terhadap pentingnya program tahfiz dan pembiasaan membaca Al-Qur'an di sekolah.

Sekolah diharapkan dapat menyediakan waktu khusus setiap hari untuk membaca Al-Qur'an dan murojaah hafalan secara bersama-sama.

Menurutnya, pembiasaan yang sederhana tetapi dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar terhadap kemampuan hafalan dan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an.

Orang Tua Berikan Masukan: Penjemputan hingga Literasi Digital

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Perwakilan orang tua siswa kelas VIII, Ibu Asfa, menyampaikan apresiasi kepada sekolah karena telah memberikan ruang keterbukaan kepada orang tua untuk memahami program dan kebijakan sekolah.

Ia menilai sosialisasi tersebut memberikan banyak informasi mengenai kurikulum, pembelajaran, program keagamaan, ekstrakurikuler, hingga pengembangan karakter peserta didik.

Namun demikian, ia juga menyampaikan beberapa masukan.

Pertama, terkait sistem penjemputan peserta didik. Menurutnya, kepadatan lalu lintas pada jam pulang sekolah perlu mendapatkan perhatian. Ia mengusulkan adanya area tunggu yang lebih tertata dan aman bagi orang tua sehingga proses penjemputan tidak mengganggu arus lalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta didik.

Kedua, orang tua mendorong sekolah untuk semakin memperkuat literasi digital dan keterampilan teknologi.

Beberapa bidang yang dapat dikenalkan kepada peserta didik antara lain coding dan pemrograman, kecerdasan buatan (AI), keamanan digital, aplikasi produktivitas, serta pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran dan kreativitas.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dikemas melalui seminar, workshop, kelas inspirasi, pelatihan, maupun ekstrakurikuler dengan menghadirkan narasumber dari luar sekolah.

Menuju Sekolah yang Adaptif dan Berkemajuan

Berbagai masukan dalam kegiatan tersebut mendapatkan perhatian positif dari pihak sekolah. Masukan dari pengawas, persyarikatan, Majelis Dikdasmen dan PNF, komite, serta orang tua akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program sekolah.

SMP Muhammadiyah 2 Godean berkomitmen membangun pendidikan yang seimbang antara iman, ilmu, akhlak, prestasi, kepemimpinan, literasi, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Transformasi digital juga menjadi salah satu bagian dari pengembangan sekolah. Guru didorong untuk memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijaksana sebagai sarana pendukung pembelajaran yang efektif, kreatif, dan inovatif.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah, orang tua, persyarikatan, komite, dan peserta didik meneguhkan komitmen untuk membangun sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Sosialisasi KSP Tahun Ajaran 2026/2027 bukan sekadar penyampaian program, tetapi menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi dan membangun komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang berkemajuan.

Dengan semangat kolaborasi, SMP Muhammadiyah 2 Godean terus berupaya mewujudkan sekolah yang unggul, Islami, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berprestasi, serta bermanfaat bagi masyarakat.

Read More