GODEAN – SMP Muhammadiyah 2 Godean melaksanakan upacara bendera hari Senin, 12 Oktober 2026, di halaman sekolah dengan khidmat. Dalam a
manatnya, disampaikan oleh Ibu Ika Susanti, M.Pd selaku pembina upacara mengajak seluruh siswa untuk memahami tantangan kehidupan di era modern ini, khususnya perkembangan teknologi, era 4.0, dan digitalisasi yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Bu Ika Susanti menyampaikan bahwa sebagai generasi muda, para siswa perlu memahami dan memperhatikan konsep 3F, yaitu Food (makanan), Fun (kesenangan), dan Fashion (pakaian atau gaya hidup). Ketiga hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan yang perlu disikapi secara bijak agar tidak membawa pengaruh negatif terhadap perilaku dan masa depan siswa.
Pada aspek Food, siswa diingatkan untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Makanan bukan sekadar untuk memenuhi keinginan, tetapi juga harus mendukung kesehatan dan pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, siswa perlu membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan makanan, serta menghindari kebiasaan jajan sembarangan.
Sementara itu, Fun berkaitan dengan kesenangan atau hiburan yang menjadi bagian dari kehidupan remaja. Siswa boleh menikmati hiburan, bermain gim, menggunakan media sosial, dan melakukan aktivitas yang disukai. Namun, semuanya harus dilakukan secara seimbang dan bertanggung jawab. Jangan sampai kesenangan membuat siswa melupakan kewajiban belajar, ibadah, membantu orang tua, dan menjaga kedisiplinan.
Adapun Fashion berkaitan dengan pakaian, penampilan, dan gaya hidup. Dalam hal ini, siswa perlu memahami pentingnya berpakaian rapi, sopan, dan sesuai dengan aturan sekolah. Penampilan hendaknya mencerminkan kepribadian yang baik, bukan sekadar mengikuti tren atau keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Melalui pemahaman 3F tersebut, siswa diharapkan mampu menyaring berbagai pengaruh lingkungan dan perkembangan digital. Kemajuan teknologi hendaknya dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, memperluas pengetahuan, dan mendukung proses pembelajaran.
Menjadi Murid dengan Ilmu, Kesehatan, dan Semangat Pantang Menyerah
Lebih lanjut, Ika Susanti menegaskan bahwa untuk menjadi murid yang baik, siswa perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, menjaga kesehatan, rajin berolahraga, serta memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ilmu menjadi bekal penting bagi siswa untuk memahami kehidupan, mengembangkan potensi diri, dan meraih cita-cita. Karena itu, siswa harus memiliki semangat belajar, rajin membaca, bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran, serta tidak mudah puas dengan pengetahuan yang telah dimiliki.
Selain ilmu, kesehatan juga perlu mendapat perhatian. Tubuh yang sehat membantu siswa menjalani aktivitas belajar dengan baik. Menjaga pola makan, beristirahat cukup, menjaga kebersihan diri, dan rutin berolahraga merupakan kebiasaan positif yang perlu dibangun sejak dini.
Pembina upacara juga mengingatkan pentingnya karakter pantang menyerah. Dalam proses belajar, setiap siswa tentu menghadapi kesulitan dan tantangan yang berbeda. Namun, kesulitan bukan alasan untuk berhenti berusaha. Sebaliknya, tantangan harus menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan meningkatkan kemampuan.
Membangun Karakter melalui Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Tuntas
Dalam amanatnya, Ibu Ika Susanti juga menekankan pentingnya membiasakan diri menerapkan prinsip kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas dalam kehidupan sehari-hari.
Kerja keras berarti bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawab, tidak mudah menyerah, dan terus berusaha mencapai hasil terbaik. Bagi siswa, sikap ini dapat diwujudkan dengan rajin belajar, disiplin mengerjakan tugas, serta tekun berlatih untuk meningkatkan kemampuan.
Kerja cerdas berarti berusaha dengan cara yang tepat, efektif, dan efisien. Siswa perlu mampu mengatur waktu, menentukan prioritas, memanfaatkan teknologi untuk belajar, serta memilih strategi yang membantu mereka memahami pelajaran dengan lebih baik.
Sementara itu, kerja tuntas berarti menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab sampai selesai dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Siswa tidak cukup hanya memulai pekerjaan, tetapi juga harus membiasakan diri menyelesaikannya dengan baik, tepat waktu, dan tidak meninggalkan kewajiban begitu saja.
Ketiga prinsip tersebut perlu diterapkan secara seimbang agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan.
Kelas 7B Bertugas dengan Khidmat
Upacara bendera pada Senin pagi tersebut berlangsung dengan khidmat. Petugas upacara berasal dari siswa kelas 7B dengan pendampingan wali kelas, Ibu Dewi Rahayu, M.Pd, serta pembina dan pelatih upacara, Bapak Nurkasiyadi.
Keterlibatan siswa kelas 7B sebagai petugas upacara menjadi bagian dari pembelajaran kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di depan umum. Dengan pendampingan guru, para siswa mendapatkan kesempatan untuk melatih kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Melalui amanat upacara tersebut, seluruh siswa SMP Muhammadiyah 2 Godean diharapkan semakin mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak, menjaga kesehatan, memperkuat semangat belajar, dan membangun karakter positif. Dengan bekal ilmu serta kebiasaan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



.jpeg)




