Godean – SMP Muhammadiyah 2 Godean kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga melalui kegiatan Parenting bagi orang tua murid kelas VII dan VIII, yang diselenggarakan pada Jumat, 19 Juni 2026. Mengusung tema “Pendidikan yang Jarang Diajarkan Orang Tua kepada Anaknya”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustadz Niko Agung Kuncoro, S.E., yang membahas berbagai aspek penting dalam pendampingan anak di era modern.
Kegiatan parenting ini bertujuan
memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh
kembang anak, baik dari sisi akademik, karakter, maupun kehidupan sosialnya.
Dalam sambutannya, Kepala SMP
Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin,
S.Pd., menegaskan bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak tidak
dapat digantikan oleh siapa pun.
“Pendidikan dan pendampingan orang
tua kepada anak memegang peranan yang sangat penting. Kegiatan parenting ini
menjadi salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang
pendidikan anak sehingga dapat mendampingi proses belajar mereka secara efektif
di rumah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa parenting
menjadi sarana untuk menyamakan visi dan tujuan pendidikan antara sekolah dan
keluarga sehingga anak memperoleh bimbingan yang konsisten.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap
keterampilan pengasuhan orang tua semakin meningkat sesuai dengan tahap
perkembangan anak,” tambahnya.
Orang Tua Harus Menjadi Sahabat Anak
Dalam pemaparannya, Ustadz Niko
Agung Kuncoro menyoroti beberapa materi penting yang selama ini sering luput
diajarkan oleh orang tua, salah satunya adalah pendidikan seks yang tepat dan
sesuai usia anak.
Menurutnya, pendidikan seks bukanlah
sesuatu yang harus ditutupi atau dianggap tabu, melainkan perlu disampaikan
dengan bijaksana agar anak memiliki pemahaman yang benar.
Poin pertama yang ditekankan adalah
pentingnya orang tua menjadi sahabat bagi anak-anaknya.
“Orang tua harus mau mendengarkan
curhatan anak, memahami perasaannya, dan menempatkan diri sebagai sahabat. Jika
curhatan anak selalu dipotong atau diabaikan, mereka akan mencari tempat
bercerita kepada orang lain, bahkan bisa jadi kepada pihak yang tidak tepat,”
ungkapnya.
Ia mencontohkan, ketika anak mulai
bercerita tentang ketertarikannya kepada teman lawan jenis, orang tua tidak
perlu langsung memarahi atau menghakimi. Sebaliknya, orang tua dapat
mendengarkan dan memberikan arahan yang baik sesuai dengan usianya.
Menanamkan Pemahaman Kesetaraan Gender
Materi berikutnya adalah tentang
pentingnya mengenalkan konsep kesetaraan gender kepada anak.
Ustadz Niko menjelaskan bahwa
laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan biologis, namun memiliki hak yang
sama dalam memperoleh pendidikan, beribadah, dan mengembangkan diri.
“Perempuan memiliki hak yang sama
untuk belajar, mengikuti pengajian, menempuh pendidikan tinggi, hingga mencapai
jenjang profesi sebagaimana laki-laki,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Islam
memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan untuk menuntut ilmu dan
berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.
Mengajarkan Aurat Sejak Dini
Pendidikan tentang aurat juga
menjadi salah satu hal penting yang perlu diajarkan kepada anak sejak usia
dini.
Menurut Ustadz Niko, anak perlu
memahami bagian tubuh mana yang harus dijaga serta kepada siapa saja bagian
tersebut boleh atau tidak boleh diperlihatkan.
Pemahaman ini menjadi bekal penting
agar anak mampu menjaga kehormatan diri dan terhindar dari berbagai bentuk
pelecehan maupun eksploitasi.
Selain itu, orang tua juga perlu
memberikan pendampingan ketika anak mengakses informasi dari internet, media
sosial, maupun berbagai platform digital lainnya.
“Anak-anak saat ini memperoleh
informasi dari YouTube, Google, dan berbagai media digital. Karena itu,
pendampingan orang tua sangat diperlukan agar mereka mendapatkan pemahaman yang
benar,” jelasnya.
Membekali Anak dengan Perlindungan Diri
Pada bagian akhir materi, Ustadz
Niko mengajak para orang tua untuk membekali anak dengan kemampuan melindungi
diri (self protection).
Beberapa langkah yang dapat
dilakukan antara lain mengajarkan anak berani berbicara dan melapor jika
mengalami pelecehan, tidak mudah percaya kepada orang asing, tidak sembarangan
membagikan foto pribadi, serta memahami batasan dalam penggunaan media digital.
Ia juga mengingatkan pentingnya
pengaturan screen time dan etika penggunaan gawai di rumah, seperti
tidak menggunakan ponsel saat waktu salat, ketika makan bersama keluarga,
menjelang tidur, maupun saat berada di toilet.
Selain itu, orang tua diminta lebih
selektif dalam memberikan izin kepada anak untuk menginap di luar rumah dan
terus membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman untuk
menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapinya.
Membangun Generasi yang Tangguh dan Berkarakter
Melalui kegiatan parenting ini, SMP
Muhammadiyah 2 Godean berharap para orang tua semakin menyadari bahwa
pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga
mencakup pembentukan karakter, akhlak, kesehatan mental, serta kemampuan
menjaga diri di tengah tantangan zaman.
Sinergi yang kuat antara sekolah dan
keluarga menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia,
tangguh, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh tanggung jawab.




.jpeg)



