Kamis, 23 Juli 2026

FORTASI dan MPLS SMP Muhammadiyah 2 Godean Berlangsung Lancar, Edukatif, dan Meriah


Godean, Sleman – SMP Muhammadiyah 2 Godean sukses menyelenggarakan kegiatan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 selama lima hari dari tanggal 13-17 Juli 2026 di sekolah yang beralamat di Sembuh Lor, Sidomulyo Godean Sleman, timur calon gedung Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti seluruh murid baru ini berlangsung dengan lancar, tertib, edukatif, dan penuh semangat. Berbagai materi dan aktivitas yang disajikan memberikan pengalaman berharga sekaligus bekal awal bagi siswa dalam menempuh pendidikan di SMP Muhammadiyah 2 Godean.

FORTASI dan MPLS merupakan agenda penting yang bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, serta nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan kepada peserta didik atau murid baru. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan karakter positif, kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat berprestasi.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd., dalam sambutan upacara pembukaan di halaman sekolah menyampaikan bahwa FORTASI dan MPLS harus menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi peserta didik.

“Peserta didik baru perlu mengenal lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter, semangat belajar, serta wawasan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka di masa depan,” ungkapnya.

Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan organisasi yang kompeten di bidangnya.

Salah satu materi yang menarik perhatian siswa adalah Mitigasi Bencana dan Keselamatan Diri yang disampaikan oleh Tim Basarnas. Dalam sesi tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana, serta pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Melalui simulasi dan praktik sederhana, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya budaya sadar bencana sejak usia dini.

Materi berikutnya disampaikan oleh Polsek Godean yang memberikan edukasi mengenai kenakalan remaja, tertib berlalu lintas, keamanan lingkungan, serta etika penggunaan media sosial. Para siswa diajak untuk menjadi generasi yang taat aturan, menjauhi perilaku negatif, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Dalam rangka memperkuat pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, sekolah juga menghadirkan narasumber dari BNN Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut, siswa diberikan pemahaman tentang bahaya narkoba, dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda, serta berbagai cara untuk menghindari pengaruh pergaulan yang dapat menjerumuskan kepada penyalahgunaan zat adiktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan menyatakan komitmennya untuk menjadi pelajar yang sehat dan bebas narkoba.

Sementara itu, Puskesmas Godean I memberikan edukasi mengenai kesehatan remaja, pola hidup sehat, gizi seimbang, kesehatan mental, serta pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Materi ini sangat relevan untuk membantu peserta didik menjalani masa remaja secara sehat dan produktif sehingga mampu mendukung keberhasilan belajar di sekolah.

Sebagai sekolah Muhammadiyah, penguatan karakter dan kepemimpinan juga menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Sleman hadir memberikan materi tentang kepemimpinan pelajar, budaya organisasi, pelajar berkemajuan, serta peran IPM sebagai wadah pengembangan potensi dan kreativitas siswa. Melalui sesi ini, peserta didik diajak untuk aktif berorganisasi, mengembangkan bakat, dan menjadi pelajar yang memiliki jiwa kepemimpinan.

Selain penyampaian materi, kegiatan FORTASI dan MPLS juga diisi dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan seperti permainan edukatif, dinamika kelompok, ice breaking, pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan guru dan tenaga kependidikan, serta jelajah sekitar sekolah dengan 4 pos. Seluruh kegiatan dipandu oleh panitia yang terdiri dari guru dan pengurus IPM SMP Muhammadiyah 2 Godean dengan mengedepankan prinsip ramah anak, tanpa perploncoan, dan berorientasi pada pembinaan karakter.

Suasana keakraban dan kebersamaan tampak terjalin sejak hari pertama. Para peserta didik baru terlihat antusias berinteraksi dengan teman-teman baru, mengenal lingkungan sekolah, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Hal ini menunjukkan bahwa FORTASI dan MPLS telah menjadi sarana efektif untuk membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, peserta didik atau murid baru diharapkan semakin siap memasuki proses pembelajaran di SMP Muhammadiyah 2 Godean. Bekal wawasan, pengalaman, serta nilai-nilai positif yang diperoleh selama FORTASI dan MPLS diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, berprestasi, peduli lingkungan, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

SMP Muhammadiyah 2 Godean terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan menggembirakan. Melalui FORTASI dan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, sekolah berharap seluruh murid kelas VII baru dapat tumbuh menjadi pelajar yang cerdas, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan persyarikatan Muhammadiyah. Sedangkan Murid kelas VIII dan IX juga menerima materi pembentukan karakter, tata tertib dan pendampingan berbagai materi untuk persiapan di awal tahun pelajaran agar lebih siap dan memiliki semangat dan tekad yang lebih baik.