Senin, 22 Juni 2026

Parenting SMP Muhammadiyah 2 Godean: Pendidikan yang jarang diajarkan Orang Tua

 


Godean – SMP Muhammadiyah 2 Godean kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga melalui kegiatan Parenting bagi orang tua murid kelas VII dan VIII, yang diselenggarakan pada Jumat, 19 Juni 2026. Mengusung tema “Pendidikan yang Jarang Diajarkan Orang Tua kepada Anaknya”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustadz Niko Agung Kuncoro, S.E., yang membahas berbagai aspek penting dalam pendampingan anak di era modern.

Kegiatan parenting ini bertujuan memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik dari sisi akademik, karakter, maupun kehidupan sosialnya.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 2 Godean, Wahdan Arifudin, S.Pd., menegaskan bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak tidak dapat digantikan oleh siapa pun.

“Pendidikan dan pendampingan orang tua kepada anak memegang peranan yang sangat penting. Kegiatan parenting ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pendidikan anak sehingga dapat mendampingi proses belajar mereka secara efektif di rumah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa parenting menjadi sarana untuk menyamakan visi dan tujuan pendidikan antara sekolah dan keluarga sehingga anak memperoleh bimbingan yang konsisten.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap keterampilan pengasuhan orang tua semakin meningkat sesuai dengan tahap perkembangan anak,” tambahnya.

Orang Tua Harus Menjadi Sahabat Anak

Dalam pemaparannya, Ustadz Niko Agung Kuncoro menyoroti beberapa materi penting yang selama ini sering luput diajarkan oleh orang tua, salah satunya adalah pendidikan seks yang tepat dan sesuai usia anak.

Menurutnya, pendidikan seks bukanlah sesuatu yang harus ditutupi atau dianggap tabu, melainkan perlu disampaikan dengan bijaksana agar anak memiliki pemahaman yang benar.

Poin pertama yang ditekankan adalah pentingnya orang tua menjadi sahabat bagi anak-anaknya.

“Orang tua harus mau mendengarkan curhatan anak, memahami perasaannya, dan menempatkan diri sebagai sahabat. Jika curhatan anak selalu dipotong atau diabaikan, mereka akan mencari tempat bercerita kepada orang lain, bahkan bisa jadi kepada pihak yang tidak tepat,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, ketika anak mulai bercerita tentang ketertarikannya kepada teman lawan jenis, orang tua tidak perlu langsung memarahi atau menghakimi. Sebaliknya, orang tua dapat mendengarkan dan memberikan arahan yang baik sesuai dengan usianya.

Menanamkan Pemahaman Kesetaraan Gender

Materi berikutnya adalah tentang pentingnya mengenalkan konsep kesetaraan gender kepada anak.

Ustadz Niko menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan biologis, namun memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan, beribadah, dan mengembangkan diri.

“Perempuan memiliki hak yang sama untuk belajar, mengikuti pengajian, menempuh pendidikan tinggi, hingga mencapai jenjang profesi sebagaimana laki-laki,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Islam memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan untuk menuntut ilmu dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan.

Mengajarkan Aurat Sejak Dini

Pendidikan tentang aurat juga menjadi salah satu hal penting yang perlu diajarkan kepada anak sejak usia dini.

Menurut Ustadz Niko, anak perlu memahami bagian tubuh mana yang harus dijaga serta kepada siapa saja bagian tersebut boleh atau tidak boleh diperlihatkan.

Pemahaman ini menjadi bekal penting agar anak mampu menjaga kehormatan diri dan terhindar dari berbagai bentuk pelecehan maupun eksploitasi.

Selain itu, orang tua juga perlu memberikan pendampingan ketika anak mengakses informasi dari internet, media sosial, maupun berbagai platform digital lainnya.

“Anak-anak saat ini memperoleh informasi dari YouTube, Google, dan berbagai media digital. Karena itu, pendampingan orang tua sangat diperlukan agar mereka mendapatkan pemahaman yang benar,” jelasnya.

Membekali Anak dengan Perlindungan Diri

Pada bagian akhir materi, Ustadz Niko mengajak para orang tua untuk membekali anak dengan kemampuan melindungi diri (self protection).

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengajarkan anak berani berbicara dan melapor jika mengalami pelecehan, tidak mudah percaya kepada orang asing, tidak sembarangan membagikan foto pribadi, serta memahami batasan dalam penggunaan media digital.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengaturan screen time dan etika penggunaan gawai di rumah, seperti tidak menggunakan ponsel saat waktu salat, ketika makan bersama keluarga, menjelang tidur, maupun saat berada di toilet.

Selain itu, orang tua diminta lebih selektif dalam memberikan izin kepada anak untuk menginap di luar rumah dan terus membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapinya.

Membangun Generasi yang Tangguh dan Berkarakter

Melalui kegiatan parenting ini, SMP Muhammadiyah 2 Godean berharap para orang tua semakin menyadari bahwa pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, akhlak, kesehatan mental, serta kemampuan menjaga diri di tengah tantangan zaman.

Sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh tanggung jawab.