Jumat, 11 September 2026

Pengajian Keluarga Besar SMP Muhammadiyah 2 Godean: Meluruskan Niat, Menguatkan Amanah, dan Membangun Sinergi


SLEMAN — Keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Godean menggelar pengajian pada Jumat siang, 11 September 2026 di aula sekolah yang beralamat di Sembuh, Sidomulyo, Godean, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan Ust. H. Asih Pujiantoro, S.Pd. sebagai pengisi kajian.


Pengajian diikuti oleh keluarga besar sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan, ukhuwah, sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa tugas mendidik merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.


Dalam kajiannya, Ust. H. Asih Pujiantoro mengingatkan bahwa anak-anak yang berada di sekolah merupakan amanah yang dititipkan oleh Allah melalui orang tua. Karena itu, guru dan seluruh warga sekolah hendaknya memberikan pelayanan dan pendidikan terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.


“Orang tua telah menitipkan amanah kepada kita. Anak-anak yang berada di sekolah bukan sekadar peserta didik, tetapi amanah yang harus kita didik, kita bimbing, dan kita berikan yang terbaik,” demikian pesan yang disampaikan dalam kajian.


Guru Tidak Sekadar Mengajar


Pengajian juga mengajak seluruh keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Godean untuk melihat profesi pendidik bukan sekadar pekerjaan. Mengajar, membimbing, melayani, memberikan perhatian, hingga membantu peserta didik menghadapi persoalan merupakan bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.


Karena itu, seluruh aktivitas di sekolah perlu diawali dengan niat yang lurus. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya dituntut bekerja secara profesional, tetapi juga membangun keikhlasan dalam setiap pelayanan.


Menurutnya, sekolah harus terus berusaha memberikan pengalaman terbaik bagi peserta didik. Hal-hal sederhana seperti memberikan perhatian, menyambut siswa dengan baik, meningkatkan pelayanan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman merupakan bagian penting dari pendidikan.


Jangan Terjebak Zona Nyaman


Selain membahas amanah pendidikan, kajian juga menekankan pentingnya inovasi. Sekolah tidak boleh berhenti pada cara-cara lama hanya karena sudah merasa nyaman.


“Ayo berinovasi, ayo berkreasi,” menjadi salah satu pesan penting yang ditekankan dalam kajian.


Guru didorong untuk terus mencari cara baru dalam pembelajaran, tenaga kependidikan meningkatkan kualitas pelayanan, sedangkan pimpinan sekolah terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan program yang telah berjalan.


Inovasi tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar. Keberanian untuk memperbaiki hal-hal kecil secara konsisten juga merupakan bagian dari inovasi dan budaya mutu sekolah.


Orang Tua dan Sekolah Harus Menjadi Dua Sayap


Hal lain yang mendapat perhatian adalah pentingnya membangun hubungan yang kuat antara sekolah dan orang tua.


Ust. H. Asih Pujiantoro menggambarkan hubungan orang tua dan sekolah seperti dua sayap burung. Apabila salah satu sayap mengalami gangguan, burung tidak akan dapat terbang secara optimal. Demikian pula dalam pendidikan anak. Ketika sekolah dan orang tua tidak berjalan bersama, perkembangan anak juga tidak akan maksimal.


Karena itu, komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi antara guru dengan orang tua harus terus dibangun.


Orang tua yang mendapatkan pengalaman positif dari sekolah juga dapat menjadi bagian dari kekuatan sekolah melalui cerita dan pengalaman baik yang mereka sampaikan kepada masyarakat. Dengan demikian, kualitas layanan sekolah tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh orang tua.


Siswa Bukan Sekadar Angka


Dalam konteks penerimaan peserta didik, pengajian mengingatkan agar sekolah tidak memandang calon siswa hanya sebagai angka untuk memenuhi kuota.


Lebih dari itu, setiap anak yang datang ke sekolah harus dipandang sebagai amanah dan kesempatan untuk menyelamatkan satu generasi.


Niat inilah yang harus menjadi landasan dalam mengembangkan sekolah. Persoalan jumlah siswa dan rezeki hendaknya tidak menjadi satu-satunya orientasi. Ketika niat diluruskan untuk memberikan pendidikan terbaik, membekali anak dengan ilmu, agama, akhlak, dan karakter, maka ikhtiar tersebut diharapkan menjadi bagian dari amal kebaikan.


Tidak Terlalu Larut dalam Penilaian Manusia


Pada bagian akhir kajian, jamaah diajak untuk tidak terlalu larut dalam penilaian manusia. Setiap orang dapat memberikan penilaian yang berbeda. Ada kalanya seseorang dipuji, tetapi pada kesempatan lain mendapat kritik.


Karena itu, yang terpenting adalah terus melakukan evaluasi dan memperbaiki diri sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.


Jamaah diajak merenungkan doa:


“Hasbiyallāhu lā ilāha illā Huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa Huwa Rabbul ‘Arsyil ‘Azhīm.”


Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan Yang memiliki ‘Arsy yang agung.


Pesan tersebut menjadi penguatan agar seluruh keluarga besar sekolah tetap tenang dalam menjalankan amanah, tidak mudah menyerah karena penilaian manusia, serta senantiasa menjadikan Allah sebagai tempat bersandar.


Menjadi Sekolah yang Amanah dan Terus Bertumbuh


Pengajian keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Godean menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama. Pendidikan tidak hanya membutuhkan program yang baik, tetapi juga hati yang baik, kerja sama yang kuat, pelayanan yang tulus, serta keberanian untuk terus melakukan perubahan.


Keluarga besar SMP Muhammadiyah 2 Godean diharapkan semakin solid dalam menjalankan amanah pendidikan. Dengan meluruskan niat, menjaga amanah, memperkuat sinergi dengan orang tua, terus berinovasi, dan bertawakal kepada Allah, sekolah diharapkan mampu memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus.


Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak siswa yang diterima, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang diberikan sekolah bagi kehidupan anak-anak yang dipercayakan kepada kita.


Semoga setiap ilmu yang disampaikan, setiap pelayanan yang diberikan, dan setiap ikhtiar dalam mendidik menjadi amal kebaikan yang mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.